Sabtu, 07 Agustus 2010

Acara Rohis Pertamakuu

Bismillahirrahmanirrahiim..
Tanggal 24 Juli 2010, ada perayaan Isra' Mi'raj di Smansari-ku.. Dan tahu gak, aku dan teman2 Rohis kelas XI yang jadi panitia hlu.. Waduh, padahal baru beberapa hari naik kelas XI uda langsung dapet amanah bikin acara segede itu.. apalagi pesertanya sekitar 1000 manusia!! wah2, berat tuh! Tapi kami yakin aja, dengan persiapan yang matang, insyaALLAH kami bisa! ini kan amanah yang harus dilaksanakan!
tapi gak gampang lho! apalagi harus narik uang 10ribu rupiah per anak.. susah deh (halah, bendahara kelas.. hehe^^). sekelas aja susah, apalagi satu sekolah,, haduu.. apalagi kasihan ukh Nur Laila,, yang jadi bendahara akhwat.. bawa uangnya banyaaaak banget, itu aja baru sebagian.. aku sama ukh Nur ampe harus izin gak ikut pelajaran utk narikin uang itu.. (huhu :'( aku jadi ketinggalan hafalan ayat Al Qur'an waktu agama.. tapi sekarang aku udah hafal! yes!) Yaah, mau gimana lagi, atas perintah atasan(Pak KP, hehe^^) dan sekali lagi, ini amanah! Sehari sebelum acara berlangsung, karena masih banyak kelas yang belum setor uang Isra' Mi'raj, jadi KP-nya turun tangan, dibantu guru pembina Rohis.. Lumayanlah, jadi lebih gampang (aku gak jadi ketinggalan kimia lagi ^^). Dan hari yang ditunggu2 pun tiba,,, jeng jeng.. Sabtu, 24 Juli 2010, perayaan Isra' Mi'raj di Smansari.. 5 orang akhwat dimintakan izin utk gak ikud pelajaran dari jam pertama utk siap2, yaitu: aku(again??) , ukh Yunita, ukh Syafira, ukh Laili, dan ukh Risqi Nurtyas. it's ok, aku lagi gak da pelajaran kok, cuma senam.. asiik gak ketinggalan lagii ^^. kami udah sibuk gitu, soalnya pagi2 uang utk pesan snack ketinggalan di rumah ukh Nur Laila, hadu.. akhirnya ukh Risqi ama ukh Laili ke rumahnya ukh Nur (padahal kami gak ada yang tahu dimana, nah lo, merekapun tanya2 dan ketemu!). afwan ya, aku cuma duduk2 sama ukh Yunita, habis di Aula Barat (tempat acara akan berlangsung) banyak ikhwan, kan enggak enak(iklan Mie Sedaap).. kami soalnya masih nunggu ukh Syafira yang belum keluar kelas karena izinnya belum sampe di kelas.. tapi gak lama kok, waktu ukh Syafira datang, kami langsung melesat (lebay) ke Aula Barat, yaa bantu2 ikhwan dikit, ngelap meja tempat snack. dan snack pesanan pun datang jeng jeng, ini dia konfliknya huhu :'(. soalnya minuman yg kami pesan itu gak cocok sama yang diharapkan yg ikhwan sama mbak2 kelas XII, afwan ya semua.. :'( kami gak tau.. selain ribet, minuman itu juga bikin kotor ke mana-mana gitu.. dan yang agak susah nih, waktu acara dimulai, banyak yang cuma mau makan snack tapi gak mau ikut dengar tausiyahnya.. haduu, kan rugi.. :'( akhirnya, karena minuman yang mengotori itu, kami(yang akhwat) harus ngepel Aula Barat, dengan dibantu mbak2 kelas XII yang baik hati dan tidak sombong, ngepelnya cepat selesai.. Syukron wa Jazaakumullahu khoyron mbak2.. ^^
sedangkan yang ikhwan habis dzuhur membereskan kursi2 (tinggal angkat2 aja sih, kan udah diberesin sekalian)..
Masih banyaaak kekurangan yg kami lakukan dalam acara ini, tapi kami harus berjuang! masih ada acara2 lain yang harus kami lakukan, jadi kini saatnya memperbaiki diri! go Rohis Smansari!! Semangat!! ALLAHUAKBAR!!! ^^

Senin, 24 Mei 2010

Muslimah Sejati

Muslimah sejati adalah sekuntum bunga di puncak gunung yang tinggi,
Yang akan mekar dengan indahnya,
Namun kan sulit untuk diraih,
Hanya seorang yang tangguh yang mampu meraih dan mengagumi kecantikannya..

Muslimah sejati adalah selembar daun di pucuk pohon yang tinggi,
Yang takkan mudah jatuh ke tanah,
Yang takkan mudah dipetik oleh sembarang orang..

Muslimah sejati adalah sebutir intan berlian,
Yang akan selalu terlindungi,
Yang takkan mudah disentuh,
Karena hanya seorang yang terpilihlah yang mampu memilikinya..

Karena itulah aku ingin menjadi muslimah sejati,
Berhiaskan prestasi serta ridho Illahi,
Karena::

Bagaikan bunga di puncak gunung,
Yang harus menyerap air tanah,
Untuk hidup, tumbuh, dan memekarkan bunganya,
Meski terkadang rumput liar mengganggunya,
Namun ia bersabar karena kasih Rabb-nya..

Bagaikan daun di pucuk pohon,
Yang harus melekat kokoh pada batangnya,
Agar tak akan jatuh,
Meski terkadang angin meniupnya kencang,
Ia tetap bertahan karena kasih Rabb-nya..

Bagaikan intan berlian,
Yang harus dijaga kilaunya,
Meski tangan-tangan kotor berusaha mencuri kecantikannya,
Namun ia selalu dilindungi oleh kasih Rabb-nya..

Begitu pula seorang muslimah sejati,
Yang harus berusaha menjalani kehidupan dan menjaga kesuciannya,
Meski orang-orang berusaha menghalangi mimpinya,
Ia tetap bertahan karena kasih Rabb-nya..

Seorang muslimah sejati,
Berhiaskan prestasi,
Serta amal bakti,
Meski kadang tersakiti,
Namun suatu saat nanti,
Ia kan temui,
Seorang kekasih hati,
Dan cinta yang tulus dan suci,
Yang dijanjikan Illahi Rabbi..

Sabtu, 15 Mei 2010

Hati Menemukan Kedamaian dengan Mengingat Allah

-HARUN YAHYA-
Menurut penelitian oleh David B Larson dan timnya dari the American National Health Research Center [Pusat Penelitian Kesehatan Nasional Amerika], pembandingan antara orang Amerika yang taat dan yang tidak taat beragama telah menunjukkan hasil yang sangat mengejutkan. Sebagai contoh, dibandingkan mereka yang sedikit atau tidak memiliki keyakinan agama, orang yang taat beragama menderita penyakit jantung 60% lebih sedikit, tingkat bunuh diri 100% lebih rendah, menderita tekanan darah tinggi dengan tingkat yang jauh lebih rendah, dan angka perbandingan ini adalah 7:1 di antara para perokok. 1

Dalam sebuah pengkajian yang diterbitkan dalam International Journal of Psychiatry in Medicine, sebuah sumber ilmiah penting di dunia kedokteran, dilaporkan bahwa orang yang mengaku dirinya tidak berkeyakinan agama menjadi lebih sering sakit dan mempunyai masa hidup lebih pendek. Menurut hasil penelitian tersebut, mereka yang tidak beragama berpeluang dua kali lebih besar menderita penyakit usus-lambung daripada mereka yang beragama, dan tingkat kematian mereka akibat penyakit pernapasan 66% lebih tinggi daripada mereka yang beragama.

Para pakar psikologi yang sekuler cenderung merujuk angka-angka serupa sebagai "dampak kejiwaan". Ini berarti bahwa keyakinan agama meningkatkan semangat orang, dan hal ini berpengaruh baik pada kesehatan. Penjelasan ini mungkin sungguh beralasan, namun sebuah kesimpulan yang lebih mengejutkan muncul ketika orang-orang tersebut diperiksa. Keimanan kepada Allah jauh lebih kuat daripada pengaruh kejiwaan apa pun. Penelitian yang mencakup banyak segi tentang hubungan antara keyakinan agama dan kesehatan jasmani yang dilakukan oleh Dr. Herbert Benson dari Fakultas Kedokteran Harvard telah menghasilkan kesimpulan yang mencengangkan di bidang ini. Walaupun bukan seorang yang beragama, Dr. Benson telah menyimpulkan bahwa ibadah dan keimanan kepada Allah memiliki lebih banyak pengaruh baik pada kesehatan manusia daripada keimanan kepada apa pun yang lain. Benson menyatakan, dia telah menyimpulkan bahwa tidak ada keimanan yang dapat memberikan banyak kedamaian jiwa sebagaimana keimanan kepada Allah. 2

Apa yang mendasari adanya hubungan antara keimanan dan jiwa raga manusia ini? Kesimpulan yang dicapai oleh sang peneliti sekuler Benson adalah, dalam kata-katanya sendiri, bahwa jasmani dan ruhani manusia telah dikendalikan untuk percaya kepada Allah. 3

Kenyataan ini, yang oleh dunia kedokteran pelan-pelan telah mulai diterima, adalah sebuah rahasia yang dinyatakan dalam Al Qur'an dengan kalimat ini "...Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar Ra’d, 13:28). Alasan mengapa orang-orang yang beriman kepada Allah, yang berdoa dan berharap kepada-Nya, lebih sehat secara ruhani dan jasmani adalah karena mereka berperilaku sesuai dengan tujuan penciptaan mereka. Filsafat dan sistem yang tidak selaras dengan penciptaan manusia selalu mengarah pada penderitaan dan ketidakbahagiaan.

Kedokteran modern sekarang sedang mengarah menuju pemahaman tentang kebenaran ini. Seperti kata Patrick Glynn: "Penelitian ilmiah di bidang psikologi selama lebih dari 24 tahun silam telah menunjukkan bahwa, ... keyakinan agama adalah satu di antara sejumlah kaitan paling serasi dari keseluruhan kesehatan jiwa dan kebahagiaan." 4


http://www.harunyahya.com/indo/artikel/093.htm